Cuaca tak menentu menemani para ultra cyclist pada hari pertama penyelenggaraan Bentang Jawa, Minggu, 10 Agustus 2025. Diawali dengan suasana cerah saat start di pagi hari, cuaca lantas berubah sangat terik ketika matahari mulai meninggi. Di sore harinya, hujan sangat lebat turun merata di sekitar wilayah Cicadas. 30 Km sebelum Pelabuhan Ratu. 

Tidak sedikit peserta yang memilih menepi sembari menunggu hujan mereda. Kondisi itu juga oleh Founder Mainsepeda Azrul Ananda dan pair-nya, Joko Sumalis. Mereka sempat beberapa kali berhenti karena terkendala cuaca. 

"Di KM 208, kurang 30 Km dari Pelabuhan Ratu. Hujan lebat, badai. Hari ini kita akan nanjak 3.100 meter sampai Pelabuhan Ratu. Dengan cuaca kayak gini agak ngeri karena nanti akan ada ada turunan panjang," kata Azrul. 

Azrul-Joko saat ini berada di posisi tiga besar pada kategori Pair. Mereka tertinggal dari pasangan Ayah dan Anak, Miswanto-Yusuf Kibar, yang telah mencapai KM 255 hingga pukul 20.00 WIB. Peringkat kedua di nomor yang sama diisi oleh Asril Kurniadi serta Mohammad Rifqi Febrianto. 

Pada kategori paling prestisius yaitu Men Solo, cyclist asal Australia, Stephen Lane masih memimpin balapan. Selisih jaraknya pun cukup mencolok dibandingkan rival terdekatnya, Jaka Indra Lesmana. Keduanya terpisah sekitar 25 Km. Sementara itu, Qorie Muhammad Herdiansyah menempati posisi ketiga. 

Stephen Lane memimpin kategori Men Solo di hari pertama.

Yang cukup menarik ialah laju Zidan Attala Nouval yang sedikit demi sedikit merangsek ke posisi terdepan. Juara East Java Journey (EJJ) 2025 itu mengawali balapan dengan pace sedang. Namun, cyclist 26 tahun ini memang dikenal dengan daya tahannya yang sangat tinggi. 

Pada EJJ 2025 1.500 Km beberapa waktu lalu, Zidan mengaku hanya tidur selama satu jam saja. Ia menyelesaikan balapan dengan rekor 87 jam 9 menit 58 detik. Itu pun kondisinya kala itu sedang tak ideal karena mengalami kecelakaan beberapa hari sebelum event. 

Jika tidak ada aral melintang, para pembalap terdepan diprediksi akan tiba di lokasi CP 1 Rancabuaya (KM 455) sebelum tengah malam atau Senin (11/8) dini hari.

Sementara itu, Citra Dewi Saraswati tampaknya terlalu kuat di kelas Women Solo. Ia menjadi cyclist perempuan terdepan dan telah mencapai KM 232 hingga pukul 20.00 WIB. Pesaing terdekatnya ialah Tri Ayu Lestari yang terpisah 23 Km di belakang Citra. (Mainsepeda)

Populer

Asian Games 2026: China Kuasai Cross-Country Putri, Indonesia Raih Perunggu
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Asian Games 2026: Feri Yudoyono Raih Perunggu Cross-Country Putra
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Asian Games 2026: Alexey Lutsenko Raih Emas Road Race dan Ukir Sejarah
Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau