Kolom Sehat: Dumay Vs Dunya

| Penulis : 

Ketika saya terlibat percakapan dengan seorang teman melalui chat, ada satu pertanyaan yang ditujukan ke saya. Seperti begini “Hal ini berlaku juga di dumay?”, lalu saya menjawab, "Iya dong" dan saya menambahkan, "Keadaan begitu pasti berlaku di Dumai dan di mana-mana. Karena di mana-mana pasti sama", ujar saya. 

Percakapan berikutnya mulai roaming, singkat kata akhirnya saya bertanya. "Kenapa sih bahas Dumai? Saya ngga pernah ke sana kan jauh di Sumatera", setelah itu baru dijelaskan oleh teman saya kalau dumay itu dunia maya dan dunya itu adalah dunia nyata.

Saat ini dumay ini adalah menjadi bagian hidup manusia modern. Wadah berekspresi seseorang dengan mudah tertuang di dunia maya ini. Ekpresi seseorang yang banyak disajikan melalui akun media sosialnya ini mencakup semua bidang. Katakanlah ada orang yang suka membuat syair atau puisi dengan bebas, dia bisa merangkum karyanya dan menaruhnya di dunia maya ini. Sehingga teman atau pengagum yang lain bisa melihat, membaca dan terinspirasi oleh karyanya. Banyak hal positif yang bisa dituangkan ke dunia maya. 

Baca Juga: UAE Tour 2025: Sprint Epik, Jonathan Milan Cetak Brace di Etape 4

Demikian juga di dunia sepeda, saya dan anda bisa melihat kehidupan para atlet kelas dunia, latihan dan drama kehidupannya. Hal-hal seperti ini menghibur dan membuat kita terinspirasi dan ingin meniru apa yang mereka perbuat. Dan dipertunjukkan. 

Oleh karena itu, ada beberapa orang yang menjadi ketagihan. Baik ketagihan mengikuti atau ketagihan menjadi trendsetter melalui dunia maya. Ada yang positif tidak sedikit yang negatif. 

Contoh sederhana, pengambilan foto selfie, latar belakang lokasi foto selfie yang semakin berbahaya semakin menarik khalayak umum untuk melihat bukan? Dan orang pun berlomba mencari tempat selfie yang makin menantang hingga ada beberapa dari mereka celaka sampai kehilangan nyawa. Konyol kedengarannya, tapi terjadi.

Baca Juga: EJJ 2025: Cerita Duo Ponorogo, Simbol Penyemangat dan Ikhtiar Remidi

Pilihan ada di masing-masing pribadi. Bagi saya, dumay ini banyak membantu. Dumay ini membuat hal yang sulit di dunia nyata menjadi gampang. Contoh yang sederhana adalah saya bisa mempelajari banyak gerakan stretching baru yang menolong agar badan saya makin bisa lentur beberapa tahun lalu. Sebelumnya jongkok saja sulit buat saya, sekarang saya sudah bisa jongkok. 

Apa yang baik menurut saya belum tentu berguna menurut orang lain. Intinya mari kita memasuki dunia maya, tapi jangan lupa keluar untuk menjalani hidup di dunya. Sekian. (Johnny Ray)

Populer

Kesan EJJ 2026 Versi Peserta: Pelayanan Memuaskan, Rute Minta Jangan Dites Om JB
EJJ 2026: Kabar Duka Memaksa Marcus-Aloysia DNF, Batalkan Piknik Bersepeda Lipat Keliling Jatim
Lulus 600 Km Pakai Seli, Ditantang Istri Lanjut EJJ 1.500 Km
Ketika Para Peserta EJJ 2026 Akhirnya Menemukan Marka Mobil Terbang
Raih Gelar S3 di Sydney, Wisuda ‘Sarjana Ultra’ 1.500 Km di EJJ 2026
EJJ 2026: ’Ultra Women’ Ivo-Fian Rebut Podium ke-3 Pair sekaligus Lantern Rouge
EJJ 2026: Tidur Hanya Dua Jam, Hendri Resmi Diwisuda sebagai ‘Sarjana Ultra’ 600 Km
EJJ 2026: Pasangan Ayah-Anak Miswanto dan Yusuf Kibar Tambah Koleksi Juara Pair
Dapatkan Foto Memorable EJJ 2026, Unduh di Mainsepeda App!
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga