Convercycle, Sepeda 2 in 1 

| Penulis : 

Sepeda 2 in 1. Inilah sepeda yang bisa digunakan untuk mengangkut barang (kargo) tapi bisa juga digunakan sebagai sepeda biasa. Caranya? Tinggal tekuk roda belakang.

David Maurer-Laube, lulusan University of Art and Design Offenbach, Jerman bersama tujuh orang temannya berinovasi membuat sepeda dengan dua fungsi ini. Diberi nama Convercycle.

Saat ingin digunakan sebagai sepeda biasa, roda belakang ditekuk masuk ke depan. Saat ingin membawa barang, roda belakang dibuka menjorok ke belakang. Sehingga akan ada ruang di antara seat tube dengan roda belakang.

Bagaimana cara kerjanya? Roda belakang dipegang oleh sebuah swing arm berbentuk segitiga mirip milik MTB. Swing arm ini jadi kunci utama yang bisa ditekuk agar roda belakang maju atau mundur. 

Sistem penggeraknya masih konvensional. Menggunakan gir dan rantai seperti sepeda biasa. Bedanya, Convercycle dilengkapi dua sproket dan dua rantai.

Rantai pertama menghubungkan crank dengan sproket. Lalu sproket kedua dipasang paralel dengan yang pertama agar mempunyai putaran yang sama. Sproket kedua ini terhubung menggerakan roda belakang.

Jadi as yang menjadi dudukan dua sproket itu sekaligus sebagai engsel swing arm tersebut. Convercycle memasang hub Nexus 5 speed sebagai penggerak di roda belakang.

Convercycle mengklaim bahwa rak yang posisinya di tengah sepeda ini hanya selebar 43 cm. Tidak lebih lebar dari handlebar sehingga tidak menggangu manuver di jalan. Kekuatan rak ini mampu membawa beban hingga 60 kg.

Sepeda berbobot 18 kg ini dilengkapi dengan wheelset 28 inchi dan mempunyai panjang 185 cm untuk versi biasa dan 255 cm saat menjadi versi kargo.

Saat ini, Convercycle sedang menggalang dana untuk merealisasikan prototipe ini menjadi produk masal lewat situs kickstarter. Dan buat yang melakukan donasi EUR1000 akan mendapatkan sepeda ini bulan Agustus 2019. Berminat? (mainsepeda).

Foto : Convercycle

 

Populer

ICT Tuntaskan 1.194 Km Keliling Taiwan
Setahun Berdiri, Lollipop Cycling Club Makin Rajin Ikut dan Bikin Event Gowes
Bagaimana Merakit Sepeda Weight Weenie alias Super Ringan
Tadej Pogacar Dipastikan Tampil di Vuelta a España 2026
Ayip Rizal dan Dian Erliyani Raih Lanterne Rouge KAI Ngebel KOM 2026: Tetap Bangga!
Van Aert Siap Tantang Pogacar dan Evenepoel di Kejuaraan Dunia 2026
Terpikat Telaga Ngebel, Cyclist Sebut Race Village KAI Ngebel KOM Salah Satu yang Terbaik
Baru 13 Tahun, Nadira Jadi Peraih Podium Termuda KAI Ngebel KOM 2026
Muda Berbahaya! Fariz dan Kamila Jadi Prince dan Princess of the Mountain KAI Ngebel KOM 2026
Tour de Pologne 2026-Etape 1: Jonathan Milan Rebut Jersey Kuning Pertama